Islam adalah Rahmatan Lil Alaamin Mari kita tingkatkan ukhuwah agar Allah senantiasa memberi berkah
SINOPSIS
Tujuan blog ini adalah untuk menebarkan indahnya cahaya kehidupan dengan menyadari bahwa ada kebaikan dalam setiap fase waktu dan peristiwa yang dialami seseorang, serta untuk mengingatkan diri kita akan keberkahan pandangan hidup ini, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan memaparkan apa-apa saja yang menghalangi seseorang untuk melihat kebaikan, Blog ini mudah-mudahan dapat menolong dari “kematian” menuju cara berpikir yang diajarkan oleh Islam. Blog ini ditulis untuk mendorong seseorang agar mengadaptasi prinsip-prinsip moral yang dengannya, ia dapat berkata, “
More Bismillah Comments
Kamis, 12 Agustus 2010
Reaktualisasi Makna Jihad di Era Global
Komentar Aniston Perempuan Tak Butuh Lelaki Menuai Kecaman
''Dia melemparkan pesan kepada anak-anak usia 12 dan 13 tahun bahwa, 'Hei, kau tidak memerlukan seorang lelaki. Kau tidak membutuhkan seorang ayah.' Pesan itu destruktif bagi masyarakat kita,'' kata Bill gusar dalam acara FOX News yang dipandunya, pekan ini.
Pembawa berita FOX News Gretchen Carlson pun berpendapat serupa. ''Dia menjadikan orang tua tunggal terdengar glamour,'' kata Caralsin seperti dikutip situs usmagazine.com.
Dalam komedi romantis terbarunya, 'The Switch,' yang akan ditayangkan di bioskop mulai 20 Agustus 2010, Aniston bermain sebagai Kassie, seorang perempuan lajang yang mencari donor sperma.
Dalam sebuah konferensi pers akhir pekan lalu, mantan istri Brad Pitt itu berkomentar soal menjadi ibu tunggal yang akhirnya kini menjadi masalah. ''Kaum perempuan semakin menyadari bahwa mereka tidak harus menikah dengan seorang lelaki hanya untuk memiliki anak," kata Aniston.
"Zaman telah berubah, dan satu hal yang mengagumkan adalah kita kini mempunyai banyak pilihan. Tidak seperti zaman orang tua kita dulu, ketika kau tidak bisa memiliki anak karena kau harus menunggu terlalu lama,'' kata Aniston. (MI/DOR)
Disalin dari:
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/08/12/25872/Komentar-Aniston-Perempuan-Tak-Butuh-Lelaki-Menuai-Kecaman/
Rabu, 04 Agustus 2010
Kamis, 22 Juli 2010
Forum Sufi
Forum ini sengaja kami buat sebagai ajang dan wadah mengenai Islam dan hal-hal yang berkaitan dengan Islam.
Selamat bergabung "Click in here"
Semoga bermanfaat dan memberikan rasa kebersamaan yang kuat
Minggu, 18 Juli 2010
Tawadhu Untuk Sang Leader
Suatu hari berkata Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepadaku yaitu kamu sekalian hendaklah bersikap tawadhu’ (merendahkan diri) sehingga tidak ada seseorang bersikap sombong kepada yang lain, dan tidak ada seseorang menganiaya yang lain.” ( HR. Muslim ).
Click here to view more details
Kamis, 15 Juli 2010
60 Pintu Pahala Dan Pelebur Dosa
Senin, 12 Juli 2010
EKONOMI ISLAM: APLIKASI DAN PENGEMBANGAN KEILMUAN DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM
Oleh karenanya setiap orang muslim, Islam merupakan sistem hidup (way of life) yang harus diimplementasikan secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupannya tanpa kecuali.
Adanya konsep pemikiran dan organisasi-organisasi yang dibentuk atas nama sistem ini sudah tentu bisa dinilai sebagai model dan awal pertumbuhannya. Tapi ia masih membutuhkan model-model banyak lagi, agar membentuk kesatuan yang lebih terpadu serta memiliki daya kemampuan untuk menghasilkan atau darinya dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan yang dapat diuji dalam penelitian dan praktek. Kendati perkembangan ekonomi Islam saat ini sangat prospek namun dalam pelaksanaannya masih menemukan berbagai kendala sekaligus tantangan, baik pada tataran teoritis maupun pada tataran praktis, baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal.
Pada tataran teoritis misalnya belum terumusnya secara utuh berbagai konsep ekonomi dalam ekonomi Islam. Sedangkan pada tataran praktis belum tersedianya sejumlah institusi dan kelembagaan yang lebih luas dalam pelaksanaan Ekonomi Islam. Adapun dari aspek internal adalah sikap umat Islam sendiri yang belum maksimal dalam menerapkan ekonomi Islam. Sedangkan dari aspek eksternal adalah praktik-praktik kehidupan ekonomi yang sudah terbiasa dengan konsep-konsep ekonomi konvensional.
Kini, ekonomi Islam - dalam berbagai model dan bentuknya - memasuki tahap dimana suatu pendekatan yang lebih kritis dan integratif terhadap keseluruhan teori dan praktiknya sangat penting dilakukan. Sudah waktunya untuk mencari perbaikan yang lebih besar dan mutakhir. Berbagai pihak yang terlibat dengan disiplin ini, dihadapkan pada tugas-tugas yang menantang, yaitu meninjau ulang seluruh situasi, paling tidak pada tiga persoalan berikut. Pertama; membawa bersama usaha yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam suatu pandangan sistem ekonomi Islam yang menyeluruh, tidak terkonsentrasi pada elemen khusus dari persoalan ekonomi Islam saja.
Kedua; meninjau ulang secara kritis berbagai model implementasi ekonomi Islam. Yang bertujuan untuk menguji teori-teori dan mengevaluasi lembaga-lembaga yang tumbuh terhadap kemungkinan kendala-kendala dan hambatan yang muncul. Ketiga; perlu meletakkan keseluruhan teori dan praktek perekonomian Islam dalam perspektif ekonomi dan moral Islam serta tata sosial. Unsur apapun dari sistem Islam, betapun pentingnya, tidak dapat melahirkan hasil yang diinginkan jika operasi dalam kesendirian. Hal ini harus mengarah pada perubahan-perubahan komplementer untuk melengkapi proses.
Misalnya penghapusan riba, itu hanyalah salah satu aspek dari program ekonomi Islam. Ia harus diikuti dengan, dan diperkuat melalui perubahan-perubahan struktural dan motivasional lainnya.4 Sehingga dari upaya-upaya diatas diharapkan sampai pada pengembangan suatu sistem ekonomi Islam yang komprehensif. Dalam konteks inilah, penulis dalam tulisan ini mencoba memaparkan ekonomi Islam: Prospek dan Tantangannya khususnya pengalaman di Indonesia, antara lain; berhubungan dengan lembaga keuangan Syariah dan Pengembangan Kurikulum Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi Agama Islam.
Karena panjangnya pembahasan yang secara mendetail,maka silahkan sahabat download secara gratis disini
Selengkapnya dapat dibaca di:
http://ilmuperbankan.blogspot.com/2010/03/ekonomi-islam-aplikasi-dan-pengembangan.html
Minggu, 11 Juli 2010
Israel Annexes West Bank Mosques
| |||
CAIRO — The Israeli occupation authorities have decided to place two historic mosques in the occupied West Bank to a list of alleged Jewish heritage sites, drawing immediate rebuke from Palestinians and Israelis alike. "This announcement is an act of aggression against the cultural and religious rights of the Palestinian people," Hamdan Taha, director of the Palestinian Tourism Ministry's Antiquities Department, told the independent Maan news agency on Monday, February 22. Hawkish Israeli Premier Binyamin Netanyahu announced Sunday, February 21, adding Ibrahimi Mosque in Al-Khalil (Hebron) and Bilal Mosque in Bethlehem to a list of 150 so-called Jewish heritage sites that would be renovated to reconnect Israelis to their history. The two Muslim sites were not included in the original plan which was first presented by Netanyahu on February 3. But under pressure from right-wing ministers, Netanyahu decided to add the two sites to the plan. Built in 635 A.D., Ibrahimi Mosque is one of the first Muslim worship places in Palestine. But Jewish extremists claim the two sites, known to Israelis as the Cave of the Patriachs and Rachel's Tomb, belong to historical Jewish heritage. "Instead of making use of heritage to promote peace, it is being used as a means to promote war," lamented Taha, the Palestinian official. Taha asserted that attempt to designate the two mosques as Jewish heritage sites "reflects an artificial history that solely serves Israel's settlement policy." "A religious shrine respected by Muslims, Christians, and Jews should be respected as a cultural and religious symbol, not as an opportunity to obstruct international efforts to reach a peace agreement." Condemnation Palestinians in Al-Khalil declared a general strike Monday to pretest the Israeli decision. Al-Khalil Mayor Kahled Al-Eseili urged UNESCO to act quickly to protect the status of the Muslim shrines. "(We urge UNESCO) to protect the Ibrahimi Mosque, prevent its desecration, and act against alterations to its features." He asserted that the international law, including the Hague conventions, obliges the occupation authority not to change the historical heritage of the occupied. "International law forbids an occupying power to change the status quo in the occupied territory," agreed Israeli Arab Hadash Party Chairman Muhammad Barakei. "We are dealing with two mosques that have been in existence for hundreds of years in both Al-Khalil and Bethlehem, and this decision of the Netanyahu-Barak-Lieberman government indicates that they plan to continue the occupation and the bloodshed in the region." Israeli peace activists also blasted the move. "The heritage of Netanyahu and his government is a bi-national state and the continued development of the settlements," Peace Now director-general Yariv Oppenheimer said. "In the Cave of the Patriarchs and Rachel’s Tomb, Netanyahu is burying the two-state solution and making negotiations [with the Palestinians] irrelevant." The left-wing Israeli party Meretz also slammed the decision. "This is another attempt to blur the borders between the State of Israel and the occupied territories," Meretz party chairman Chaim Oron told the Hebrew-language daily Yedioth Ahronoth. "All it needs is a bit of pressure from the right, and Netanyahu falls into line. This decision puts Netanyahu's Bar-Ilan declaration of two states for two peoples in an absurd light." http://www.islamonline.net/ |