SINOPSIS

Tujuan blog ini adalah untuk menebarkan indahnya cahaya kehidupan dengan menyadari bahwa ada kebaikan dalam setiap fase waktu dan peristiwa yang dialami seseorang, serta untuk mengingatkan diri kita akan keberkahan pandangan hidup ini, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan memaparkan apa-apa saja yang menghalangi seseorang untuk melihat kebaikan, Blog ini mudah-mudahan dapat menolong dari “kematian” menuju cara berpikir yang diajarkan oleh Islam. Blog ini ditulis untuk mendorong seseorang agar mengadaptasi prinsip-prinsip moral yang dengannya, ia dapat berkata, “Ada kebaikan di dalamnya.” Tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perasaan dan hati. Ia menunjukkan kesabaran dalam menghadapi kesulitan dengan penuh ketundukan dan rasa syukur, bukan hanya terus-menerus menderita dalam situasi demikian. Mengingatkan satu sama lain tentang kesempurnaan takdir yang telah dituliskan oleh Allah adalah ajakan bagi semua kaum mukminin agar menikmati indahnya penyerahan diri pada kebijaksanaan Allah yang tak terhingga.








More Bismillah Comments



Content this BLOG


Tampilkan postingan dengan label Informasi Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Bisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 November 2010

Non muslim lebih antusias beli produk syariah

Nonmuslim Lebih Antusias Beli Produk Syariah

Ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-—Indonesia kini tengah berada pada fase booming produk-produk keuangan syariah. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia dan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, potensi pengembangan keuangan syariah di Indonesia masih sangat terbuka lebar.

Menilik makalah Michael Skully yang ditulis seorang profesor perbankan dan keuangan dari Monash University, Australia, posisi Indonesia dalam market share keuangan syariah dunia masih berada pada peringkat ke-16. Dalam makalah berjudul 'Opportunities for Growth in the Global Islamic Financial Sector' tersebut, Skully menyebutkan, market share pasar keuangan syariah Indonesia jauh berada di bawah negara-negara populasi Muslim lain seperti Iran, Arab Saudi, Malaysia, Pakistan, dan Bangladesh.

Dengan market share sebesar 1,39 persen, posisi Indonesia bahkan masih berada di bawah Inggris yang notabene merupakan negara minoritas Muslim. Kendati tak menyebutkan secara spesifik, Skully menyiratkan jika keberhasilan perekonomian syariah di sebuah negara sangat ditopang antusiasme penduduk Muslim yang mempercayakan transaksi keuangan mereka di lembaga-lembaga keuangan syariah.

Dengan prinsip universalitas keuangan syariah, tulis Skully, lembaga-lembaga keuangan syariah terbukti mampu mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan transaksi keuangan masyarakat global lintas etnik dan agama. “Tapi tetap dengan kontibusi masyarakat Muslim yang sangat antusias,” tulisnya.

Atas salah satu poin kesimpulannya tersebut, Skully sejatinya ingin mengatakan jika kesuksesan praktik keuangan syariah sebuah negara hanya bisa terjadi manakala kaum Muslim menjadi subyek terdepan dalam pertumbuhan lembaga-lembaga keuangan syariah. “Harus berjalan seiring,” tegas Skully.

Sayangnya, indikasi tingginya animo masyarakat Muslim terhadap lembaga keuangan/produk keuangan syariah di Indonesiam, belum sepenuhnya terjadi. Bahkan pada beberapa segmen produk syariah, tingkat animo masyarakat nonmuslim (nonsyariah) justru menunjukkan tren yang lebih antusias.

Kepala Bagian Pengembangan Kebijakan Pasar Modal Syariah pada Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Muhammad Touriq, mengungkapkan, investor nonsyariah justru mendominasi produk pasar modal syariah berupa sukuk pada pasar perdana. “Statistiknya 63 persen investor nonsyariah dan 37 persen investor syariah,” paparnya.

Dari 63 persen investor sukuk nonsyariah tersebut, lanjut Touriq, 47 persen di antaranya adalah perusahaan asuransi umum, diikuti dana pensiun umum (19 persen), bank umum (14 persen), perusahaan sekuritas (enam persen), dan lain-lain. Sementara profil investor syariah masih dikuasai bank umum syariah (75 prsen) yang diikuti asuransi syariah (13 persen) dan reksadana syariah (12 persen).

“Kalau ditanya kenapa investor nonsyariah yang lebih berminat beli sukuk, saya tidak bisa menjawab. Kami hanya memaparkan angka statistiknya saja,” ucap Touriq.
Red: Budi Raharjo
Rep:
EH Ismail

http://www.republika.co.id/berita/bisnis-syariah/berita/10/11/17/147188-nonmuslim-lebih-antusias-beli-produk-syariah

Selasa, 22 Juni 2010

Ya Allah, Akun Facebook Penghina Nabi belum Juga Ditutup




REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Grup penghina nabi di akun facebook belum juga ditutup. Dinding di akun penghina Nabi Muhammad SAW masih saja diisi dengan kalimat yang sangat melecehkan Islam. Hingga Kamis (17/7) petang, mereka yang bergabung dengan akun ini mencapai 2.700 orang.

Munculnya akun Facebook yang menghina Nabi Muhammad SAW dinilai psikater sekaligus agamawan Dadang Hawari sebagai provokasi terhadap umat Islam. Karena itu, ia meminta umat Islam untuk menahan diri dengan penghinaan tersebut. Dengan menahan diri, kata dia, umat Islam tidak terjebak dalam permainan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Ya Allah, Akun Facebook Penghina Nabi belum Juga Ditutup<< Akun penghina Nabi Muhammad SAW
"Banyak pihak yang menghina Umat Islam sekalipun umat Islam tidak pernah membalas penghinaan tersebut. Tentu sikap ini harus dipertahankan, karena penghinaan itu hanyalah kerjaan orang sakit saja," ujarnya saat dihubungi Republika Online, Rabu Sore. Meski begitu, Dadang mengharapkan umat Islam juga bergerak dan menyelesaikan persoalan itu dengan jalan damai.
Menurut dia, banyak hal yang bisa ditempuh seperti menggunakan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk memblok akun tersebut sehingga tidak meluas dan memicu kemarahan umat Islam. Dirinya khawatir, bila umat Islam hanya sebatas diam tanpa melakukan apapun, hal itu memicu pecahnya gunung emosi yang selama ini tertahan akibat penghinaan bertubi melalui laman yang sama.
"Segera selesaikan, saya khawatir nanti terjadi ribut-ribut dan umat Islam kembali tercoreng," ujarnya. Dia kemudian mengajak umat Islam meneladani perjalanan para nabi seperti banyak dikisahkan dalam Alquran.
Red: irf
Rep: cr2/republika-online

Ratusan Warga Banjiri Jakarta International Moeslem Fair 2010





BERITAJAKARTA.COM — Ratusan warga ibu kota dan sekitarnya, Kamis (7/1) berbondong-bondong membanjiri Istora Senayan, Jakarta Pusat. Mereka sengaja datang untuk menyaksikan Jakarta International Moeslem Fair I (JIMF) 2010. Sejumlah pameran buku, kuliner Islam, dan busana muslim, memenuhi stand yang ada. Kegiatan ini sedikitnya diikuti oleh lima negara yakni Indonesia, Sudan, Kazakhtan, Albania, dan Mesir.




“Saya ingin tahu isi dari Jakarta International Moeslem Fair (JIMF) 2010, makanya datang ke sini. Kalau ada buku-buku baru yang bagus, pastinya bisa saya beli. Kalaupun tidak, ya hitung-hitung refreshing sambil menambah pengetahun dengan membaca-baca buku di sini,” ujar Mutmainah, satu pengunjung asal Pasarminggu, Jakarta Selatan.

Ia mengaku senang dengan adanya kegiatan seperti ini. Sebab pameran ini dapat memberikan khazanah baru bagi warga ibu kota, utamanya bagi para pecinta buku-buku muslim berskala internasional. Warga juga bisa berbelanja berbagai jenis busana muslim khas dari negara-negara asing sekaligus mencicipi makanan khasnya.
Rencananya, kegiatan yang digagas oleh Forum Ulama Habaib Betawi (FUHAB) ini akan berlangsung 7-10 Januari 2010. Melalui acara yang bernuansa Islam ini, peserta dapat menampilkan kebudayan khasnya masing-masing. Baik melalui pameran buku, busana muslim maupun kuliner. Kegiatan ini baru pertama kali digelar di Jakarta dan dibuka oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur memberikan apresiasi yang tinggi pada panitia maupun para pesertanya. Ia mengaku bangga dan berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahun. Sehingga diharapkan juga dapat mendorong kebersamaan antar umat Islam di dunia. “Saya sangat senang acara ini dapat diselenggarakan dan berjalan dengan lancar semoga pemahaman dari nilai-nilai positif Islam dapat terus dirasakan,” ujarnya

Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan ini memiliki nuansa Muslim yang sangat kental dan memiliki nilai universal bagi warga ibu kota. “Kami sangat mendukung acara ini dan berharap adanya toleransi, rasa saling menghargai antar sesama meski budaya kita berbeda,” tandasnya.

Berita diambil dari:
(baca selengkapnya)
http://www.islamic-center.or.id/berita-mainmenu-26/islamjakarta-mainmenu-34/17-islamjakarta/1532-ratusan-warga-banjiri-jakarta-international-moeslem-fair-2010