SINOPSIS

Tujuan blog ini adalah untuk menebarkan indahnya cahaya kehidupan dengan menyadari bahwa ada kebaikan dalam setiap fase waktu dan peristiwa yang dialami seseorang, serta untuk mengingatkan diri kita akan keberkahan pandangan hidup ini, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan memaparkan apa-apa saja yang menghalangi seseorang untuk melihat kebaikan, Blog ini mudah-mudahan dapat menolong dari “kematian” menuju cara berpikir yang diajarkan oleh Islam. Blog ini ditulis untuk mendorong seseorang agar mengadaptasi prinsip-prinsip moral yang dengannya, ia dapat berkata, “Ada kebaikan di dalamnya.” Tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perasaan dan hati. Ia menunjukkan kesabaran dalam menghadapi kesulitan dengan penuh ketundukan dan rasa syukur, bukan hanya terus-menerus menderita dalam situasi demikian. Mengingatkan satu sama lain tentang kesempurnaan takdir yang telah dituliskan oleh Allah adalah ajakan bagi semua kaum mukminin agar menikmati indahnya penyerahan diri pada kebijaksanaan Allah yang tak terhingga.








More Bismillah Comments



Content this BLOG


Tampilkan postingan dengan label Moslem Society. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moslem Society. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 November 2010

Obama ajak pengusaha AS ke negara muslim


Oleh: Hery Trianto
JAKARTA: Presiden Barrack Obama tidak berpretensi untuk menghilangkan sama sekali ketidakpercayaan orang Islam terhadap Amerika Serikat. Namun, dia memastikan akan terus membangun  komunikasi dengan dunia muslim.

"Kami juga mengundang para pengusaha-pengusaha AS untuk datang ke negara-negara muslim," tutur Presiden AS yang sempat 4 tahun tinggal di Jakarta tersebut, dalam jumpa pers bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, malam ini.

Obama yang memiliki nama tengah Hussein tengah menghadapi banyak tekanan terutama terkait dengan ketegangan  AS dengan dunia Islam. Kunjungan ke Indonesia -yang merupakan negara dengan populasi muslim terbesar tersebut sempat membawa harapan terjalinnya hubungan yang lebih harmonis.

Namun tak urung, sejumlah elemen Islam di Tanah Air seperti Hizbut Tahrir Indonesia menentang kedatangan Obama. (htr) 
 
selengkapnya baca:
http://web.bisnis.com/umum/1id219291.html

Selasa, 21 September 2010

GPP: Ada Kelompok Politik Nasional tak Ingin Kasus HKBP Bekasi Tuntas

REPUBLIKA.CO.ID,BEKASI--
Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) mengklaim ada kelompok politik nasional yang tidak menginginkan kasus Huria Kristen Batak Protestan di Ciketing, Kota Bekasi, Jawa Barat diselesaikan dengan tuntas. "Siapa kelompoknya kami sudah tahu, ini sudah pemain nasional bukan orang Bekasi, sayang banget kalau kita bisa terpancing," tegas Koordinator Nasional GPP, Damien Dematra kepada wartawan sesaat setelah mengadakan pertemuan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama di Bekasi, Selasa (21/9).

Demian menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim terdiri dari empat orang untuk melakukan investigasi. Awalnya tim GPP hanya menduga hal tersebut, namun saat ini, kata Damien, pihaknya bisa melakukan konfirmasi terkait temuan timnya.

Tim itu menemukan fakta bahwa kelompok tersebut menjadikan kasus HKBP di Bekasi sebagai test case. Motifnya, lanjut Damien, adalah motif politik dan sama sekali bukan motif keagamaan. "Ini test case jika di Bekasi berhasil maka akan dicoba di daerah lainnya," jelas nya.

Tujuan kelompok politik itu adalah agar Peraturan Bersama Menteri (PBM) dicabut. Sebab dengan dicabutnya PBM maka akan terjadi kekacauan dengan begitu maka akan terjadi disintegrasi. "Agenda mereka seperti itu, ini sangat berbahaya, ngeri kan," kata Damien.

Tim GPP mengaku melakukan investigasi dengan netral tanpa berpihak pada siapa pun atau kelompok manapun. Damien mengatakan, dari awal investigasi pihaknya bersikeras agar investigasi benar-benar mengangkat kasus sesuai fakta. "Semua sesuai fakta dan data bukan berdasarkan titipan atau apapun, pers silahkan mengawal terus," tegasnya. GPP mendatangi kantor FKUB kota Bekasi guna meminta klarifikasi dan data terkait kasus HKBP.

Bagaimana menurut anda informasi ini.....

Minggu, 15 Agustus 2010

Dukungan Obama Terhadap Masjid Ground Zero Tuai Kecaman

Kubu Republik hari Ahad kemarin (15/8) mengecam pernyataan presiden Barack Obama untuk komentarnya tentang rencana kontroversial pembangunan pusat kebudayaan Islam di New York, sembari mengatakan bahwa Obama telah "disconnected" dari bangsa AS dalam tahun pemilu mendatang.
Pernyataan Obama telah membangkitkan perdebatan, ketika pada hari Jumat lalu dia muncul untuk menawarkan dukungannya terhadap pusat Islam yang disebut Cordoba House yang akan dibangun dua blok dari situs Ground Zero dari serangan September 11 September 2001, di New York City.
Pada hari Sabtunya, Obama berusaha untuk menjelaskan posisinya, Obama mengatakan dia mendukung hak kaum Muslim untuk membangun Islamic Center tetapi tidak mau berkomentar mengenai kebijaksanaan untuk menentukan lokasi di Lower Manhattan.
Tokoh-tokoh terkemuka dari Partai Republik telah menentang situs yang diusulkan oleh Cordoba Initiative, dengan mengatakan bahwa ide pembangunan itu tidak sensitif dan membuka kembali luka serangan 9/11.
Pada hari Ahad kemarin (15/8), beberapa tokoh mengkritik Obama atas apa yang mereka katakan telah memberikan dukungan pembangunan Islamic Center di dekat ground zero.
"Ini bukan tentang kebebasan beragama karena kita semua menghormati hak orang untuk beribadah sesuai dengan hati nurani mereka ... tapi saya pikir itu tidak bijaksana untuk membangun sebuah masjid di tempat di mana 3.000 orang Amerika kehilangan nyawa mereka sebagai hasil serangan teroris, "kata tokoh Republik John Cornyn asal Texas pada program Fox News Sunday.
"Bagi saya hal itu menunjukkan bahwa Washington, Gedung Putih, pemerintah, Presiden sendiri tampaknya akan terputus dari arus utama Amerika," kata Cornyn.
Peter King, dan anggota Kongres Partai Republik dari New York yang menentang lokasi Islamic Center, mengatakan kepada CNN dalam acara "State of the Union" bahwa Obama jelas memberi kesan ia mendukung pembangunan, tetapi kemudian mundur keesokan harinya.
"Jika Presiden akan masuk ke dalam isu ini, ia seharusnya jauh lebih jelas, jauh lebih tepat dan ia tidak dapat mengubah keputusan dari hari ke hari pada suatu masalah yang tidak sesuai dengan Konstitusi kita ..."
Pernyataan Obama baru-baru ini telah menempatkannya di tengah-tengah perdebatan politik panas beberapa bulan sebelum pemilu November, yang diharapkan dapat menghasilkan kerugian besar bagi kubu Demokrat Obama dan pergeseran kekuatan potensial di Kongres mendukung Partai Republik.(fq/abc)

Mengatasi Isu Salah Kiblat dengan Teknologi

Arah Kiblat dimana Ka’bah menjadi acuan arah ketika umat Islam melakukan ibadah shalat begitu penting dan menjadi syarat sahnya shalat. Isu ini dikabarkan ramai di Jawa Tengah, mengingat beberapa masjid diketahui bergeser dari arah seharusnya menghadap Ka’bah.
Seperti Masjid Raya Baiturahman Semarang yang setelah ditelusuri ternyata kiblat bergeser 2 derajat nol menit 32,48 detik, kurang ke selatan dari arah seharusnya. Mengingat jarak Indonesia ke Ka’bah di Mekkah cukup jauh, meski dengan derajat pergeseran ‘kecil’ namun hal itu membuat masjid ini berkiblat melenceng 214 kilometer dari Ka’bah.

Apakah temuan tersebut merupakan hal yang aneh? Tentu tidak. Bukan karena memang orang-orang tua kita dahulu ‘asal’ saja menentukan arah kiblat, namun perkembangan terkini dari teknologi informasi membuat posisi Ka’bah begitu juga dengan masjid yang ingin mengetahui arah kiblatnya dapat diketahui secara pasti. Perkembangan ini membuat cara-cara penentuan berdasar atau melalui benda alam seperti matahari maupun kompas biasa, menjadi tertinggal dan dirasa kurang tepat–kalau tak mau dibilang salah.
Namun, meski dirasa menjadi hal yang wajar, mengingat Ka’bah menjadi acuan arah dalam shalat, baiknya semua masjid melakukan penentuan ulang arah kiblat. Kejadian salah arah kiblat, diyakini bukan hanya terjadi di Jawa Tengah. Kesalahan ini mungkin saja terjadi di seluruh Indonesia mengingat cara-cara penentuan kiblat masa lalu adalah hampir sama, dan memang belum banyak yang benar-benar menggunakan pemanfaatan teknologi informasi (TI) dalam penentuan arah kiblat, mengingat ‘penemuan’ koordinat dari Ka’bah secara meluas juga baru setelah layanan seperti Google Earth diluncurkan.
Meski memang, tingkat melenceng antara masjid yang satu dengan masjid lainnya, bisa jadi tidak sama. Mungkin ini karena ada juga masjid yang sudah menggunakan pengukuran dengan kompas yang juga dilengkapi dengan petunjuk arah Kiblat. Namun, kompas dengan penunjuk arah kiblat itu lebih banyak hanya ditujukan dan digunakan di kota-kota besar saja, sehingga ketika untuk kota kecil bahkan kecamatan atau kelurahan/desa, biasanya menggunakan posisi kiblat dengan mengacu ke kota besar terdekat.

Kiblat dan TI
Teknologi informasi begitu penting dewasa ini karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, dari mendapatkan informasi terkini, layanan pemerintahan secara elektronik, layanan bisnis sampai hal-hal keagamaan, termasuk dalam hal penentuan kiblat. Dua hal perkembangan yang cukup signifikan terjadi adalah pemanfaatan Global Positioning System (GPS) dan hadirnya layanan Google Earth.
GPS ditemukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Ivan Getting yang merupakan sistem satelit navigasi, yang utamanya didesain untuk naviasi. Saat ini GPS juga menonjol sebagai perangkat waktu (timing). Dengan 18 satelit, dimana masing-masing ada enam dalam tiga orbit angka dengan jarak 120º, dan stasiun bumi, membentuk GPS awal.

GPS menggunakan”bintang buatan manusia” atau satelit sebagai titik referensi menghitung posisi geografis, dengan akurasi dalam meter. Dalam kenyataannya, dengan bentuk GPS yang lebih maju–sejak 1994 menggunakan 24 satelit, pengukuran dapat menjadi lebih baik hingga dalam sentimeter. GPS telah digunakan dalam banyak keperluan, ’penuntun’ arah transportasi darat, laut maupun udara maupun mengukur ketinggian sebuah gunung, misalnya.
Dengan dilengkapi peta digital, GPS yang dipasang di mobil bahkan telepon seluler cerdas (smartphone) dapat digunakan untuk mencari jalan ke suatu tempat, bahkan jalan tikus, mencari keberadaan mobil ketika dicuri, sementara smarthphone bisa menentukan posisi ketika aplikasi twitter.com dipakai, bahkan ketika mengambil gambar dengan kamera yang tersedia di smarthone tersebut, koordinat lokasi tersimpan dalam file foto yang diambil nantinya.
Sementara Google Earth, besutan aplikasi dari Google yang dikenal sebagai mesin pencarian, merupakan sebuah program pemetaan interaktif yang disediakan oleh satelit dan fotografi udara yang mencakup keseluruhan planet Bumi. Google Earth dianggap sangat akurat karena dapat menggambarkan posisi gunung, gedung, rumah, termasuk masjid hingga sedekat-dekatnya.

Dan yang paling unik adalah aplikasi ini bersifat gratis, sehingga bisa diakses siapa saja dengan mudahnya untuk mencari lokasi yang diinginkan. Meski memang, ada layanan berbayar untuk fungsi tambahan dari layanan, tapi yang gratis pun dirasa sudah amat sangat cukup. Basis layanan Google ini juga dimanfaatkan beberapa situs internet semisal Qibla Locator.

Dengan GPS dan dipermudah Google Earth-lah, posisi Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi, kini dengan mudahnya dijejak. Seperti ditunjukkan dari Goole Earth, koordinat letak Ka’bah adalah 21º 25′ 21.05” Lintang Utara dan 39º 49’ 34.31” Bujur Timur. Koordinat inilah yang memudahkan untuk melihat apakah posisi kiblat masjid yang ada di Indonesia sekarang ini melenceng atau tidak.
Cara sederhana yang digunakan apakah terjadi deviasi atau tidak arah kiblat masjid yang ada di Indonesia adalah dengan menarik garis dari titik sentral Ka’bah ke masjid yang akan kita uji. Namun, pengujian ini adalah indikasi awal apakah kiblat melenceng atau tidak.

Disebut indikasi awal karena pengujian dilakukan terhadap posisi masjid, yang umumnya adalah persegi empat dimana titik tengah dari keempat sisi bangunan itulah yang dijadikan titik uji, bukan keadaan posisi menghadap kiblat ketika shalat sesungguhnya dilakukan. Hal ini karena secara kebiasaan, masjid dibangun menghadap ke arah kiblat.

Dengan cara tersebut, misalnya kita bisa menguji bagaimana dengan posisi kiblat dari Masjid Istiqlal, Jakarta. Dari koordinat tengah Masjid ini 6º 10′ 10.01” Lintang Selatan dan 106º 49’ 53.30” Bujur Timur diketahui bahwa jarak masjid ini dengan Ka’bah adalah 7.910 km. Dan dari penarikan garis, Masjid Istiqlal dapat dinyatakan lurus berkiblat ke Ka’bah.
Masjid lain yang coba diuji adalah Masjid Kubah Emas, di Depok. Dengan melihat titik tengah dari bangunan yang terletak pada koordinat 6º 23′ 03.36” Lintang Selatan dan 106º 46’ 18.94” Bujur Timur dapat diketahui bahwa ada kemiringan sudut sekitar 8º.

Kemiringan juga terjadi pada Masjid Baiturrahim yang terletak di kompleks Istana Negara. Berdasar koordinat titik tengah bangunan 6º 10′ 11.95” Lintang Selatan dan 106º 49’ 22.86” ada sekitar 30º pergeseran. Sehingga, arah kiblat yang dituju bukanlah Ka’bah di Arab Saudi melainkan ke Afrika.
Dari indikasi awal, untuk memastikan apakah masjid Anda benar-benar melenceng atau tidak, dan ke mana arah kiblat seharusnya, dapat dipakai perangkat GPS. Setelah memasukkan koordinat Ka’bah, pengukuran dapat dilakukan di luar bangunan masjid (karena GPS harus mendapatkan sinyal dari satelit) di depan posisi imam biasanya berada, dapat dijejak ke mana arah kiblat seharusnya. Sebab dengan fasilitas yang ada, arah kiblat langsung dapat ditunjukkan dengan arah panah di perangkat GPS yang kita pakai.

Meskipun, dalam indikasi awal ada kemiringan, karena berdasar posisi bangunan masjid, mungkin saja, dalam shalat arah kiblat sudah diluruskan. Sebab, urusan geser-menggeser arah kiblat ini sesungguhnya bukan urusan besar, dimana bangunan harus diubah arahnya, melainkan dapat menggeser sajadah menghadap arah kiblat seharusnya. Sehingga, isu salah kiblat dapat disikapi dengan tenang, melakukan pengecekan dan perbaikan, dengan cara mudah, yaitu memanfaatkan teknologi informasi.

AS Membuat Al Quran Palsu di Timur Tengah

Rabu, 06/05/2009 17:28 WIB
Al Quran palsu baru saja beredar di Timur Tengah. Qur'an palsu ini dicetak oleh dua perusahaan Amerika dengan embel-embel "True Furqon" atau Furqonul Haq.
Al Qur'an yang telah bertahan lebih dari 1400 tahun keasliannya, seperti yang kita tahu, adalah kitab suci umat Islam. Berbeda dengan Bibel umat Kristen, Qur'an tdaik punya versi apapun, walaupun dalam berbagai terjemahan, termasuk Al Qur'an yang diterjemahkan oleh para orientalis. Yang dimaksud kaum Orientalis di sini adalah para ilmuwan Kristen yang mempelajari Islam dan Qur'an, dengan niat untuk menjatuhkannya.
Qur'an dan terjemahannya yang beredar selama ini mempunyai 114 surat atau bagian, sedangkan True Furqon yang diklaim sebagai "Al Qur'an Abad 21" hanya mempunyai 77 surat, termasuk surat "Al-Fathihah, Al-Jana dan Al-Injil."

Surat-surat di dalam True Furqon tidak dimulai dengan "Bismillah" sebagaimana Al qur'an kecuali surat tertentu. Yang ada setiap surat dimulai dengan kepercayaan Kristen menyangkut konsep Trinitas. Al Qurqan mempunyai 366 halaman yang memakai huruf Arab dan terjemahan, untuk saat ini, bahasa Inggris. True Furqon juga banyak bertentangan dengan kepercayaan Islam. Salat satu ayatnya bahkan menyatakan bahwa poligami dilarang, perceraian diharamkan dan memuat pembolehan sistem perbankan.

True Furqon yang dijual dengan harga $3 AS mengatakan bahwa jihad sebagai sesuatu yang haram dan dilarang. Yang paling membuat heboh adalah hal ini ditemukan oleh MILF (Moro Islamic Liberation Front). Jadi kemana saja bangsa Arab selama ini? (sa/mb)

Dikutip dari:

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/al-quran-palsu-beredar-di-timur-tengah.htm

London juga Miliki Pusat Kebudayaan Islam

 
15/08/2010 21:13
Liputan6.com, London: Sebuah pusat kebudayaan Islam, termasuk masjid yang cukup megah, dibangun di London, Inggris. Masjid Al-Manaar termasuk terbesar di Inggris dan diresmikan oleh Pangeran Charles pada 2000 lalu. 

Kegiatan di dalam masjid juga terus berkembang. Proyek pendidikan yang merupakan aspirasi jangka panjang dan inisiatif pada 2004 itu juga mendirikan lembaga pendidikan modern. Lembaga itu melayani kegiatan sekolah Islam dan memberikan beasiswa kepada yang membutuhkan.

Masjid itu memberikan kesejukan bagi warga Inggris, setelah seorang wartawan BBC meliput kegiatan masjid. Setiap Jumat, sekitar lima ribu warga Inggris yang beragama Islam mendatangi masjid tersebut untuk melakukan salat Jumat.(BBC/DES/SHA)
Oleh:
Desika Pemita